
radarbuanaindonesia.id, JAKARTA TIMUR — Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (FSPTI) yang bernaung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pada 9–10 Oktober 2026 di Hotel Asyana Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur.
Rakornas tersebut mengusung tema “Mengoptimalkan Perjuangan FSPTI untuk Kemajuan dan Kebesaran KSPSI MJH.” Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan konsolidasi organisasi dalam menghadapi dinamika dunia ketenagakerjaan.
Berdasarkan agenda kegiatan, pembukaan Rakornas dijadwalkan berlangsung pada Jumat malam, 9 Oktober 2026, dengan rangkaian acara meliputi menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars FSPTI dan Mars KSPSI, pembacaan doa, serta sambutan dari jajaran pimpinan organisasi.
Sejumlah tokoh yang tercantum dalam susunan acara antara lain Ketua Umum Pimpinan Pusat FSPTI, C.P. Nainggolan, S.E., M.A.P.; Ketua Umum KSPSI, Moh. Jumhur Hidayat; serta Ketua Panitia sekaligus Ketua PD FSPTI–KSPSI Provinsi DKI Jakarta, H. Samsul Bahri.
Perkuat Koordinasi dan Soliditas Organisasi
Penyelenggaraan Rakornas menjadi momentum bagi jajaran organisasi untuk memperkuat komunikasi antartingkatan kepengurusan, menyelaraskan langkah perjuangan, serta membangun koordinasi dalam menjalankan agenda organisasi.
Di tengah berbagai tantangan ketenagakerjaan, konsolidasi organisasi pekerja memiliki peran penting untuk menjaga kesinambungan perjuangan, memperkuat solidaritas anggota, dan mendorong peningkatan kesejahteraan pekerja.
Melalui forum koordinasi nasional, jajaran pengurus diharapkan dapat membangun kesamaan pandangan mengenai arah perjuangan organisasi serta memperkuat sinergi antara pengurus pusat dan daerah.
Meski demikian, hasil pembahasan, rekomendasi, maupun keputusan yang dihasilkan dalam Rakornas masih perlu dikonfirmasi melalui keterangan resmi dari pihak penyelenggara.
Menteri Ketenagakerjaan Tidak Hadir
Dalam susunan acara pembukaan, Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, Ph.D., tercantum sebagai pihak yang dijadwalkan memberikan sambutan sekaligus membuka Rakornas.
Namun, berdasarkan informasi penyelenggara yang disampaikan dalam konteks kegiatan ini, Menteri Ketenagakerjaan tidak hadir. Dengan demikian, agenda pembukaan perlu disesuaikan oleh panitia dan pimpinan organisasi yang berwenang.
Belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai alasan ketidakhadiran Menteri maupun pihak yang secara resmi memberikan pernyataan pembukaan Rakornas. Informasi tersebut perlu dikonfirmasi kepada panitia sebelum berita diperbarui.
Menanti Hasil Rakornas
Rakornas FSPTI–KSPSI dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni 9–10 Oktober 2026. Forum ini diharapkan menjadi ruang koordinasi bagi jajaran organisasi dalam memperkuat konsolidasi dan merumuskan langkah perjuangan ke depan.
Hasil akhir Rakornas, termasuk rekomendasi dan keputusan organisasi, akan menjadi informasi penting untuk mengetahui arah kebijakan serta tindak lanjut yang akan dijalankan oleh FSPTI–KSPSI.Rb

