
Radarbuanaindonesia.id, JAKARTA – Koordinator Bidang Sosial Politik BEM Universitas Indonesia (BEM UI), Hafidz Hernanda alias Bapis, diduga diserang orang tak dikenal saat mengendarai sepeda motor di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu malam, 4 Oktober 2026.
Peristiwa itu disebut terjadi sekitar pukul 23.50 WIB di Jalan Tebet Barat Dalam IX. Hafidz diduga ditendang hingga terjatuh, kemudian dipukul. Telepon selulernya juga disebut diambil dan ia diduga mendapat ancaman pembunuhan.
Akibat kejadian tersebut, Hafidz dilaporkan mengalami cedera kepala, memar di wajah, dan luka di sejumlah bagian tubuh. BEM UI menyebut kondisinya mulai membaik dan masih dalam pemulihan.
BEM UI MINTA KASUS DIUSUT MENYELURUH
Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra, mengatakan pihaknya menemukan sejumlah hal yang dinilai janggal dan mempertanyakan apakah kejadian itu merupakan pencurian biasa.
Menurut Fathimah, pelaku diduga tidak langsung mengambil barang korban setelah menendang sepeda motornya, melainkan lebih dahulu memukul Hafidz. BEM UI juga menyebut fitur Find My pada telepon seluler Hafidz telah dimatikan sekitar pukul 23.39 WIB, sedangkan penyerangan diperkirakan terjadi sekitar pukul 23.50 WIB.
Selain itu, BEM UI menyebut sejumlah barang ditemukan di lokasi, antara lain sarung tangan lateks, lakban hitam, kain putih, sandal, dan korek api. Temuan tersebut, menurut BEM UI, perlu didalami aparat.
BEM UI LAPORKAN KASUS KE POLDA METRO JAYA
BEM UI mendatangi Polda Metro Jaya pada Selasa, 6 Oktober 2026, setelah sebelumnya polisi melakukan pendalaman meski belum menerima laporan resmi.
Dengan persetujuan Hafidz, BEM UI melaporkan dugaan pencurian dengan kekerasan, penganiayaan terencana, dan pengancaman. Fathimah mengatakan pihaknya menyerahkan hasil pemeriksaan kesehatan dan forensik dari rumah sakit.
BEM UI meminta polisi mengusut kasus tersebut secara cepat, transparan, dan profesional.
POLISI DALAMI KASUS
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto sebelumnya mengatakan polisi prihatin atas kejadian yang menimpa mahasiswa UI tersebut.
Meski belum menerima laporan resmi, kepolisian disebut tetap melakukan pendalaman dan mengumpulkan barang bukti. Setelah laporan dibuat, penyelidikan diharapkan dapat mengungkap identitas pelaku dan motif kejadian.
PUAN MINTA PELAKU DITEMUKAN
Ketua DPR RI Puan Maharani meminta kepolisian menyelidiki kasus tersebut secara serius dan segera menemukan pelakunya.
Puan juga menyatakan DPR akan menindaklanjuti persoalan itu melalui Komisi III DPR RI. Ia menilai kekerasan terhadap mahasiswa tidak boleh kembali terjadi.
MOTIF DAN IDENTITAS PELAKU BELUM TERUNGKAP
Hafidz dikenal sebagai aktivis mahasiswa yang aktif menyuarakan berbagai persoalan publik. Sejumlah pihak mempertanyakan kemungkinan hubungan antara serangan tersebut dan aktivitasnya.
Namun, motif serta identitas pelaku belum dapat dipastikan. Dugaan keterkaitan dengan aktivitas politik atau gerakan mahasiswa masih menunggu pembuktian dari penyelidikan kepolisian.
Amnesty International Indonesia mengecam dugaan penganiayaan tersebut dan meminta aparat mengungkap pelaku serta memprosesnya sesuai hukum.
Polda Metro Jaya masih mendalami kasus ini untuk memastikan apakah peristiwa tersebut merupakan pencurian dengan kekerasan atau memiliki latar belakang lain. BEM UI meminta seluruh fakta diungkap dan keamanan mahasiswa dalam menyampaikan pendapat dijamin.Rb
RADAR BUANA INDONESIA
Mengabarkan Fakta, Mengawal Kebenaran.

