
Radarbuanaindonesia.id, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, 6 Oktober 2026, dengan penguatan signifikan. IHSG naik 74,07 poin atau 1,21 persen ke level 6.192,93.
Penguatan tersebut membuat pasar saham Indonesia kembali berada di zona positif. Kenaikan IHSG juga terjadi di tengah mayoritas bursa kawasan Asia yang bergerak positif.
Seluruh Sektor Saham Menguat
Pergerakan positif tidak hanya terjadi pada IHSG. Berdasarkan data perdagangan, seluruh sektor saham tercatat menguat pada penutupan perdagangan.
Sektor transportasi dan logistik menjadi salah satu penggerak utama dengan kenaikan sekitar 3,16 persen, disusul sektor teknologi yang naik 3,09 persen dan sektor energi yang menguat sekitar 2,67 persen.
Kinerja sektor transportasi turut ditopang oleh penguatan sejumlah saham, termasuk PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang melonjak 8,51 persen dan PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) yang naik 7,54 persen.
489 Saham Menguat
Aktivitas perdagangan juga menunjukkan sentimen positif investor. Data perdagangan mencatat sekitar 489 saham menguat, sementara 183 saham melemah dan 120 saham bergerak stagnan.
Volume perdagangan mencapai sekitar 48,22 miliar saham, dengan nilai transaksi sekitar Rp12,35 triliun dan frekuensi transaksi sekitar 1,87 juta kali.
Sementara itu, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia berada di kisaran Rp10.919 triliun.
Saham Penggerak Pasar
Sejumlah saham mencatat penguatan cukup tinggi sepanjang perdagangan.
Di antara saham yang menjadi top gainers adalah PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang naik 9,8 persen, Garuda Indonesia (GIAA) yang menguat 8,51 persen, serta PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) yang naik 7,82 persen.
Di sektor teknologi, saham GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) tercatat menguat 6,90 persen, sementara Elang Mahkota Teknologi (EMTK) naik 3,54 persen dan DCI Indonesia (DCII) meningkat 2,54 persen.
Investor Masih Perlu Waspada
Meski IHSG berhasil menguat, pelaku pasar tetap menghadapi sejumlah sentimen yang dapat memengaruhi perdagangan berikutnya.
Menurut analisis pasar yang dikutip ANTARA, investor masih mencermati sejumlah data ekonomi domestik yang akan dirilis dalam waktu dekat, termasuk data cadangan devisa September 2026 dan Indeks Keyakinan Konsumen.
Faktor global juga tetap menjadi perhatian, termasuk pergerakan harga minyak mentah dan perkembangan ekonomi dunia.
Dengan penutupan di level 6.192,93, perhatian investor selanjutnya akan tertuju pada apakah IHSG mampu mempertahankan tren penguatan dan melanjutkan kenaikannya pada perdagangan berikutnya.
Pasar saham Indonesia kembali menunjukkan tenaga positif. Namun, apakah penguatan ini menjadi awal reli baru atau hanya penguatan sementara? Pergerakan bursa pada perdagangan berikutnya akan menjadi penentunya.Rb

